Langsung ke konten utama

Hidup Tak Tenang Pembuat Kaus #2019GantiPresiden



Awalnya hanya ingin menangkap peluang dari kaus #2019GantiPresiden yang viral di medsos, tapi kini Teguh justru merasa cemas ketika pesanan kaus itu semakin berlimpah. Kok, malah cemas?

Berbekal alamat yang tercantum pada tautan bio akun Instagram ‘TeguhKaosPolos’, detikX pada Rabu, 18 April 2018, siang, menyambangi tempat usaha konfeksi Teguh.

Beruntung, nama Teguh cukup dikenal. Meski alamat yang didapatkan minim petunjuk, keterangan warga di Kecamatan Cilaku bisa mengantarkan detikX ke rumah Teguh yang sekaligus jadi tempat usaha konfeksinya.

Rumah Teguh berada di gang sempit di Jalan KH Ahmad Munawar, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Untuk mencapai rumah sekaligus konfeksi milik Teguh yang berjarak 100 meter dari jalan desa, detikX harus berjalan kaki. Sebab, gang itu hanya bisa dilintasi satu sepeda motor. Jika ada dua sepeda motor berpapasan di jalan itu, salah satunya harus berhenti.


Rumah konfeksi milik Teguh bercat oranye dengan bangunan 1,5 lantai. Di depan rumah, tergantung tripleks berukuran kecil dengan tali rafia. Pada tripleks itu terdapat tulisan ‘Teguh Kaus Polos’ dengan huruf warna hijau.

Begitu detikX tiba di rumah itu, seorang pria bertubuh sedang yang memakai kaus warna abu-abu bertulisan ‘Datanglah Berjamaah Ke Masjid Meskipun Dengan Merangkak’ menyambut. Dia adalah Teguh si empunya usaha konfeksi.

Teguh kaget ketika tahu yang datang adalah detikX, bukan pemesan kaus. “Waduh, Mas, kok datang? Kan kata saya nggak usah. Saya tidak jualan kaus itu lagi,” ucap Teguh.



Namun, setelah dijelaskan maksud wawancara tersebut, pria berjenggot tipis itu akhirnya mau meladeni pertanyaan yang diajukan. Menurut Teguh, usaha konfeksi dikerjakan di tiga tempat berbeda. Tempat pertama di rumahnya sendiri, kedua di rumah pegawainya, dan ketiga di Bandung.

Teguh disebut-sebut orang pertama yang menjual kaus #2019GantiPresiden di media sosial. Namun Teguh membantah mendukung gerakan tersebut. Menurutnya, dia melihat di media sosial Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengenakan kaus dengan tulisan #2019GantiPresiden.

Karena menganggap itu sebagai peluang, dia pun berpromosi, jika ada yang tertarik dengan kaus ber-hashtag politis tersebut, bisa memesan kepada dirinya. “Jadi saya itu, kan, biasanya kirim foto dan video ke konsumen. Nah, kebetulan pas buat kaus itu, saya kirim foto dan video ke Om Pendi (pelanggan). Dia sebetulnya yang bikin viral di medsos, kemudian diangkat detikcom, jadi makin ramai,” begitu kata Teguh.

Siapa sangka, hanya dalam hitungan jam kemudian, ujar Teguh, dirinya kebanjiran pesanan kaus tersebut. Dalam seminggu, Teguh bisa menjual setidaknya 300-an kaus #2019GantiPresiden. Teguh pun lantas menunjukkan pesanan kaus #2019GantiPresiden yang dia terima via WhatsApp. Di situ tertulis ada pemesanan kaus sebanyak 500 lusin atau 6.000 potong.


Namun pesanan itu dia tolak dengan alasan dia ingin hidup tenang. Penolakan itu juga atas saran guru mengajinya. “Kata guru ngaji, saya takut kena istidrot, takutnya rezeki istidrot,” tutur pria 31 tahun tersebut.

Teguh juga takut polisi atau simpatisan Jokowi datang ke rumahnya. Sebab, saat ini sudah memasuki tahun politik. Apalagi ada seorang pelanggan yang minta dibuatkan kaus #AsalBukanJokowi.

Teguh khawatir masyarakat memandangnya berbeda. Terlebih saat ini dia sudah memiliki banyak pelanggan setia. Dengan adanya kontroversi kaus #2019GantiPresiden, dia khawatir para pelanggannya bakal lari. Sedangkan kaus berbau politik hanya bersifat musiman.

Dengan tekad bulat, Teguh akhirnya benar-benar memutuskan berhenti menerima order kaus #2019GantiPresiden. Kini dia memilih menjalani pembuatan kaus seperti biasanya. Adapun kaus bertema politik hanya Pilkada Jawa Barat, yang saat ini sedang berlangsung.

Teguh menampik anggapan bahwa pilihannya tidak membuat kaus #2019GantiPresiden karena ada tekanan dari pihak tertentu. “Kemarin juga ada yang ke sini tuh, pembeli, tanya, ‘Kenapa berhenti? Apakah ada yang mengintimidasi?’ Saya jawab, ‘Nggak ada. Dari polisi juga nggak ada,’” Teguh menegaskan.

Sebenarnya Teguh, yang sudah empat tahun menggeluti bisnis pakaian, berfokus pada pembuatan kaus oblong alias kaus polos. Sedangkan penyablonan dia limpahkan ke tukang sablon yang berada di Cianjur. Itu sebabnya, dia menamakan usahanya dengan label ‘TeguhKaosPolos



Usaha kaus tersebut awalnya merupakan pekerjaan sampingan. Sebab, sejak 2009 hingga saat ini, bapak satu anak ini mengajar di SMK Tirta Walatra, Cianjur, untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

Karena gaji guru dianggap tidak mencukupi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Teguh pun menyambi bisnis kaus dengan mendapat pelatihan dari pemilik konfeksi yang lebih dulu berkiprah di Cianjur.

Begitu bisa membuat kaus sendiri, Teguh memasarkannya via aplikasi percakapan BlackBerry Messenger yang saat itu masih booming. Saat ini Teguh aktif menjual kaus buatannya via Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Karena makin banyak pesanan, Teguh akhirnya mengembangkan usahanya di Bandung. Total karyawannya saat ini delapan orang. Sebagian di Cianjur dan sisanya bertugas di Bandung.

Meski kini usaha Teguh di bisnis kaus terbilang lumayan, dia mengaku tidak terpikir meninggalkan profesi guru. Lulusan Universitas Suryakencana, Cianjur, ini beralasan profesinya gurulah yang membuat usaha kausnya menjadi moncer. Dan dia akan tetap mengajar selama pemilik yayasan tempatnya mengajar menginginkan.

Komentar


  1. Hallo kakak, Suka Bermain Judi Online ? Mencari Situs Yang Aman ?
    Mungkin www.AUDISIDOMINO.com Bisa Menjadi Solusi Bagi anda :)
    AudisiPoker Berdiri Sejak Tahun 2015 Hingga Sekarang.

    Situs Kami menyediakan 6 Game :
    * Texas Poker
    * Ceme Keliling
    * Bandar Capsa
    * Bandar Ceme
    * DominoQQ / AduQQ
    * SUPER 10 / Sakong

    Promo HOT Di AudisiDOMINO:

    - Bonus New Member 10% (Minimal Deposit 25rb)
    - Bonus Rollingan 0,5%
    - Event TOURNAMENT MEGAJACKPOT BULANAN yang berhadiah 200rb s/d 100Juta
    - Bonus Refferal Up To 100%
    - BONUS WELCOME BACK UP TO 20%

    Daftar dan Gabung Sekarang Juga Bersama AudisiPoker Dan Dapatkan Jackpot Tiap Hari-Nya

    Untuk Info Lebih Lengkap Bisa Hubungi Kami
    * BBM : 2ADDFE63
    * WhatApps : 082332473528
    * Line : AUDISIPOKER88

    LINK RESMI:
    - www.AUDISIPOKER.com
    - www.AUDISIDOMINO.com
    - www.AUDISIQQ.com

    Terima Kasih Atas Waktunya,
    Salam Jackpot Super Royal Flush ^^,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polri Waspadai Aksi Teror Serigala Tunggal, Apa Itu?

Kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak Kemenkominfo untuk menghapus konten-konten yang berbau radikal. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, konten-konten tersebut sangat berbahaya jika dibiarkan. Sebab memicu bangunnya sel-sel teroris yang tidur. Selain itu, penghapusan konten-konten itu diharapkan mampu memotong atau memutuskan komunikasi para jaringan pelaku teror . "Jadi yang kontennya dengan terorisme langsung di take down dan tidak bisa disebarluaskan untuk mencegah jangan sampai meluas. Kalau makin luas makin repot. Ya Kemenkominfo bekerjasama dengan platform medsos itu sudah kerjasama," kata Setyo di kantornya, Jakarta, Jumat 22 Juni 2018. Lebih jauh Setyo menjelaskan, akibatnya jika penyebaran paham atau yang berbau aksi teror tidak segera dihapuskan bisa memunculkan banyak Serigala Tunggal atau dikenal Lone Wolf. Apa Itu Serigala Tunggal? Lone Wolf adalah istilah suatu kejahatan terorisme dengan memberi dukungan terhadap suatu ideologi atau g...

Ledakan Bom Rusun Sidoarjo Berasal dari Kamar Anton

Jakarta - Pengurus Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim, mengatakan, bom meledak di unit rusun yang dihuni pria bernama Anton. Pengurus menjelaskan, ada 5 orang yang berada di rusun tersebut. "Rusunnya dihuni Anton dan istri serta 4 anaknya. Tapi istrinya lagi di Yogyakarta," ucap pengurus Rusun Wonocolo, Lidya, saat dikonfirmasi VIPBANDARQ.BIZ Minggu (13/5/2018). Lidya menjelaskan, anak Anton yang paling tua berusia 20 tahun. Dia menambahkan, saat ledakan bom terjadi, hanya ada 5 orang di unit Anton. Lidya juga sempat melihat 2 anak Anton dibopong warga ke rumah sakit. Kondisi anak Anton saat dibopong dalam kondisi berdarah. "Ada 2 anaknya yang saya lihat dibawa ke RS," ujarnya. Anton menghuni rusun di Blok B lantai 5. Menurut Lidya, warga mengenal Anton sebagai orang yang ramah. "Orangnya ramah kok sering ketemu kalau bayar listrik-air," kata Lidya. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan, Ada 5 orang korban...

Anak 3 Tahun di Gorontalo Bertingkah Seperti Anjing, Keluarga Kaget Ajis Halid - detikNews

Gorontalo - Sejak 4 hari terakhir, warga di Gorontalo dihebohkan dengan R (3) yang bertingkah seperti anjing. Pihak keluarga juga merasa kaget karena tingkah R. Orang tua R bernama KD mengaku baru mengetahui anaknya bertingkah seperti anjing pada bulan Januari 2018. KD sempat mengira bahwa R awalnya hanya main saja. "Saya kira dia cuma main-main. Jadi saya sering marah sama R. Tapi lama-lama saya sudah takut," kata KD di Gorontalo, Sabtu (24/3/2018). KD mengakui bahwa R memang kerap bermain dengan anjing. Sebab, kediaman R terletak di pegunungan. "Rumah saya di atas gunung. Ada berkebun. Jadi R hanya bermain dengan anjing, kambing atau bermain dengan ayam. R juga pernah digigit anjing di tangan sebelah kanan," jelas KD. Keanehan tingkah R juga menjadi viral di media sosial. Menurut Kepala Desa setempat, terungkapnya tingkah laku R saat ia tengah berobat di Puskesmas Buhu yang tak jauh dari desa tempat R bermukim. "Awalnya Januari, R hanya anfal satu kali se...