Langsung ke konten utama

Jago Karate, Hijabers Bertubuh Mungil Ini Direkrut Badan Intelijen Negara


Jakarta - Sambil menunggu giliran masuk ke ruang audisi, Farah Sajidah tampak memanfaatkan waktu dengan tilawah Alquran. Diantar sang bunda, Farah yang masih duduk di SMA kelas 1 itu tampak tangguh mengenakan baju karate.

Selintas, mungkin tak ada yang mengira hijabers bertubuh mungil ini punya kekuatan tak terkira. Sudah berlatih karate selama 6 tahun, Farah kini sudah bersabuk hitam.





Prestasinya pun tak sedikit. Ia pernah masuk 5 besar Kejuaraan Nasional Karate di usia yang masih muda. Tak hanya karate, ia pun memiliki kemampuan menghapal Al-Quran. Ia keluar sebagai juara hapalan dan bacaan terbaik saat Program 1 Minggu 1 Juz Hafalan Bersanad.

"Saya ingin mengajak remaja Indonesia untuk melakukan kegiatan yang positif, jadi nggak hanya galau soal percintaan," tutur Farah kepada Wolipop hari Sabtu (19/05/2018).

Prestasinya ini terdengar oleh pemerintah. Ia dan ketiga kakaknya yang juga aktif di bidang karate, direkrut oleh Badan Intelijen Negara untuk mendalami ilmu aikido. Di Indonesia, masih sangat sedikit orang yang terjun di dunia aikido dan Farah bangga bisa jadi salah satunya.

"Alhamdulillah saya punya lima anak perempuan, semuanya karateka, taekwondo, dan aikido. Di Indonesia aikido itu belum ada pertandingannya, karena bisa mematikan," tutur ibunda Farah ibu Susmeilin kepada Wolipop.

Lebih lanjut lagi Farah mengungkapkan aikido itu tak hanya bermain gerakan, tapi juga syaraf. Dengan cepat, Farah bisa mematahkan lengan lawannya tanpa banyak menggunakan tenaga. Kecepatan gerakan aikido membuat Indonesia belum berani mengadakan pertandingan karena bisa sangat berbahaya.




"Farah juga alhamdulillah mendapat program sekolah cepat. Seharusnya ia masih kelas 3 SMP, karena kemarin menang lomba tahfidz Alquran, ia langsung bisa menjalani pendidikan kelas 1 di SMA Islam Terpadu Depok. Ia bisa mengikuti ujian SMP belakangan," terang sang bunda.

Mendidik semua anak perempuannya jadi perkasa tentu tak mudah. Bagi Susmeilin, sebagai perempuan di era ini, penting untuk bisa melindungi diri. Karate, taekwondo, hingga aikido adalah salah satunya.

Sayangnya, mulai tahun ini pertandingan karate di Indonesia melarang karateka wanita untuk berhijab. Farah pun dengan tegas tidak akan mengikuti pertandingan jika harus melepas jilbabnya.

"Bukannya kecewa, tapi saya bangga bisa mempertahankan hijab saya. Meski tak bisa ikut pertandingan lagi, saya tetap bisa berlatih karakte dan aikido bahkan bisa jadi pengajar aikido suatu hari nanti," tutup Farah. (sil/kik)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Polri Waspadai Aksi Teror Serigala Tunggal, Apa Itu?

Kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak Kemenkominfo untuk menghapus konten-konten yang berbau radikal. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, konten-konten tersebut sangat berbahaya jika dibiarkan. Sebab memicu bangunnya sel-sel teroris yang tidur. Selain itu, penghapusan konten-konten itu diharapkan mampu memotong atau memutuskan komunikasi para jaringan pelaku teror . "Jadi yang kontennya dengan terorisme langsung di take down dan tidak bisa disebarluaskan untuk mencegah jangan sampai meluas. Kalau makin luas makin repot. Ya Kemenkominfo bekerjasama dengan platform medsos itu sudah kerjasama," kata Setyo di kantornya, Jakarta, Jumat 22 Juni 2018. Lebih jauh Setyo menjelaskan, akibatnya jika penyebaran paham atau yang berbau aksi teror tidak segera dihapuskan bisa memunculkan banyak Serigala Tunggal atau dikenal Lone Wolf. Apa Itu Serigala Tunggal? Lone Wolf adalah istilah suatu kejahatan terorisme dengan memberi dukungan terhadap suatu ideologi atau g...

Ledakan Bom Rusun Sidoarjo Berasal dari Kamar Anton

Jakarta - Pengurus Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jatim, mengatakan, bom meledak di unit rusun yang dihuni pria bernama Anton. Pengurus menjelaskan, ada 5 orang yang berada di rusun tersebut. "Rusunnya dihuni Anton dan istri serta 4 anaknya. Tapi istrinya lagi di Yogyakarta," ucap pengurus Rusun Wonocolo, Lidya, saat dikonfirmasi VIPBANDARQ.BIZ Minggu (13/5/2018). Lidya menjelaskan, anak Anton yang paling tua berusia 20 tahun. Dia menambahkan, saat ledakan bom terjadi, hanya ada 5 orang di unit Anton. Lidya juga sempat melihat 2 anak Anton dibopong warga ke rumah sakit. Kondisi anak Anton saat dibopong dalam kondisi berdarah. "Ada 2 anaknya yang saya lihat dibawa ke RS," ujarnya. Anton menghuni rusun di Blok B lantai 5. Menurut Lidya, warga mengenal Anton sebagai orang yang ramah. "Orangnya ramah kok sering ketemu kalau bayar listrik-air," kata Lidya. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, mengatakan, Ada 5 orang korban...

Anak 3 Tahun di Gorontalo Bertingkah Seperti Anjing, Keluarga Kaget Ajis Halid - detikNews

Gorontalo - Sejak 4 hari terakhir, warga di Gorontalo dihebohkan dengan R (3) yang bertingkah seperti anjing. Pihak keluarga juga merasa kaget karena tingkah R. Orang tua R bernama KD mengaku baru mengetahui anaknya bertingkah seperti anjing pada bulan Januari 2018. KD sempat mengira bahwa R awalnya hanya main saja. "Saya kira dia cuma main-main. Jadi saya sering marah sama R. Tapi lama-lama saya sudah takut," kata KD di Gorontalo, Sabtu (24/3/2018). KD mengakui bahwa R memang kerap bermain dengan anjing. Sebab, kediaman R terletak di pegunungan. "Rumah saya di atas gunung. Ada berkebun. Jadi R hanya bermain dengan anjing, kambing atau bermain dengan ayam. R juga pernah digigit anjing di tangan sebelah kanan," jelas KD. Keanehan tingkah R juga menjadi viral di media sosial. Menurut Kepala Desa setempat, terungkapnya tingkah laku R saat ia tengah berobat di Puskesmas Buhu yang tak jauh dari desa tempat R bermukim. "Awalnya Januari, R hanya anfal satu kali se...